27 January 2010

Sebenarnya Apa yang Kita Cari?

Setiap waktu kita selalu mengucap cinta. Apa sebenarnya makna di balik kata itu? Setiap waktu kita selalu mengecupkan bibir kita. Apa sebenarnya makna di balik sebuah ciuman itu? Setiap waktu kita selalu menggenggam erat tangan kita. Apa sebenarnya makna di balik genggaman itu?
Setiap waktu kita selalu memeluk dan berpelukan. Apa sebenarnya makna di balik pelukan itu? Setiap waktu mata kita saling bertatapan. Apa sebenarnya makna di balik tatapan itu? Setiap waktu hati kita saling merasa. Apa sebenarnya makna di balik perasaan itu?

Sebentar saja, kita tidak mampu melihat semua yang kita bangun bersama. Sekejap saja, makna indah yang terbuat dari ketulusan bisa terhapus oleh amarah. Kita saling mencaci dan tidak ada satupun yang mau mengalah. Ada apa?
Tidak bisakah aku diberi kesempatan untuk memperbaiki diri? Aku memang tidak sempurna. Aku bukan wanita yang mampu menyejukkan hati kamu. Aku adalah wanita penuh beban yang mencoba membaginya dengan seorang yang dianggapnya mau menerimanya.

Apakah kamu tidak bisa mencoba mengalah? Sebagai lelaki, aku ingin kamu menopangku. Ingin sekali ketika aku marah, memukul, mencaci, kamu memelukku dan tenangkan aku.

Dan aku tahu, aku seperti menyentuh angin. Kamu tidak bisa aku genggam. Kamu tidak bisa aku peluk. Kamu tidak bisa aku sentuh, cinta..

No comments:

Post a Comment