Entah berapa langkah yang telah aku tempuh aku tak pernah menghitungnya
Hanya, jejak itu tak hanya sepasang melainkan DUA pasang..
Hempasan angin, debu, terik matahari, hujan, tak lagi terasa menjadi benda asing mereka selalu menyapaku setiap kali aku melintas diatas roda DUA..
Aku tak pernah tau, bagaimana langit akan berwarna esok ketika aku bangun dari cerita bersambung mimpiku,
DUA mataku akan selalu menatap kesana bersama matamu..
Ah, ternyata aku tidak sendiri ya! DUA tanganmu selalu sanggup menopang kerapuhan ragaku yang hampir bungkuk karena setiap harinya banyak menanggung "hadiah" Nya..
Suatu waktu, wajahku sembab tak menentu. Air mata ini membuat wajahku jelek! Namun, dengan lembutnya DUA bibir ini berpagut dalam kelemahan, membawa kedamaian sambil berkata "kamu tetap cantik"..
No comments:
Post a Comment