Terdiam dan sejenak menghempaskan tubuhku di atas sofa. Menutup mata dan masih coba terdiam. Kuhela perlahan nafasku, ku atur denyut agar tak lagi menghentak keras. Ya, kumulai mengaturnya, dan..ah berhasil. Aku mulai tenang. Kulihat arloji yang menunjukan waktu disaat kebanyakan manusia tak lagi melakukan aktifitasnya. Selintas aku menangkap bayangan di dalam otakku, mengikuti kemana arahnya pergi. Aku tak menahannya, aku hanya cukup mengkhayal andaikan ia berlari ke arahku.
Sulit memang, membagi semuanya berimbang. Aku hanya perlu kata-katamu untuk tenangkan aku! Berikan aku waktu sedetik ah..mungkin sepersekian detik, lalu angkat tanganmu dari genggamanku. Seperti apa rasanya? Coba ceritakan...
No comments:
Post a Comment