Hai, rasanya berapa ribu detik yang lalu kita saling berceloteh. Mengungkapkan segala kegelisahan, dan menguntai segala kelembutan dalam kata per kata, kalimat per kalimat. Adakah kau ingat itu, sayang?
Aku boleh kan menebak? Sepertinya kau mulai asyik melupakanku. Setidaknya tengok hari yang lalu ketika kau ketuk hati ini, mengucapkan salam dan memasuki lorong-lorong sempit yang sepertinya tak ada celah. Ah, tapi kau berhasil menemukan celah itu, dan mengisi bagian yang kosong.
Hai, hanya saat mataku terpejam aku bisa melihatmu membelai rambutku mesra sekali! Sayang hanya sekejap kita bisa saling tahu apa yang dibicarakan mata kita, ya hanya sekejap!
Hai, hari ini bagaimana kabarmu? Beri aku pesanmu..
No comments:
Post a Comment