03 June 2010

E N E R G I

Saatnya kita bertemu. Banyak angan melayang, mimpi mengepakkan sayap, membumbung bawa jiwa-jiwa yang haus belaian. Kusentuh ujung jari yang memintaku menggapainya. Seperti sebuah setrum, aku tergetar. Getaran yang tak lagi pernah ku rasakan. Mungkin arus itu sudah lama terputus oleh begitu banyak rangkaian tak menentu di persimpangan.

Dalam diam mencoba mencerna sesungguhnya apa yang telah ku sentuh. Tersentuhkah? Energiku masih mengalir. Sementara kemana si pembawa getaran itu? Tiba-tiba lenyap, memutuskan begitu saja tanpa sedikitpun mengalirkan arus positif kepadaku.

Kau membuatku hidup kembali, tapi kau juga membuatku redup seketika. Seharusnya mungkin kau tak perlu ada. Aku tak peduli dengan kegelapanku. Walau aku sering tersandung karena tak bisa melihat jalanku sendiri.

No comments:

Post a Comment